Filosofi
Author: Amelie Gam
swordKatana atau yang lebih dikenal dengan pedang milik para samurai merepresentasikan jiwa para samurai seperti kesabaran, kedisiplinan, kehormatan, kesetiaan dan kegigihan. Walaupun dunia modern telah melupakan beberapa nilai-nilai moral tersebut, namun simbol nilai-nilai itu terus hidup di dalam karya seni peninggalan Jepang, yang ada di beberapa rumah atau kantor, sebagai pengingat bagi generasi modern.

Nilai lebih dari katana bukan hanya karena sisi kerajinan tangannya yang kuat tapi juga indah, namun juga dari kenyataan bahwa ia adalah simbol seorang ksatria. Katana melambangkan kekuatan, tugas, tanggung jawab, bela diri dan etika. Katana merupakan senjata yang digunakan  sekelompok orang yang menghargai kebebasan mereka lebih dari segalanya, dan berusaha mempertahankan kebebasan tersebut dengan kemahiran yang tinggi.

Katana digunakan untuk pertarungan satu-lawan-satu, yang dapat dikatakan merupakan jenis pertarungan paling berat. Bertarung dengan menggunakan senjata tajam membutuhkan keterampilan fisik dan mental, kemampuan refleks dan teknik yang baik. Dibutuhkan banyak latihan dan kesabaran yang tinggi hingga seseorang mampu menggunakan sebuah katana untuk membela kode kehormatan mereka.

pedangPara Samurai (pembela ksatria) seringkali disebut Bushi (prajurit), dan senjata mereka yang paling berharga adalah katana. Mereka menganggap pedang tersebut bagian dari diri mereka sendiri, dan kadang meyakini bahwa pedang merupakan jiwa dari nilai keprajuritan mereka. Mereka memberikan nama dan menganugerahkan medali pada pedang samurai mereka. Beberapa samurai bahkan tak segan mati dalam usaha untuk mengambil kembali katana mereka untuk sang Shogun (samurai tertinggi dan terkuat dalam satu periode waktu). ‘Bushido’ berarti ‘Jalan Ksatria’ dan menjadi inti filosofi Bushido yang menjadi acuan bagi keyakinan dan perilaku para samurai untuk bebas dari rasa takut. Dengan kata lain, tidak ada takut mati bagi para samurai.

Mereka menggunakan pikiran ini untuk memberikan kekuatan bagi diri mereka dalam melayani pimpinan mereka hingga titik darah penghabisan. Karena itulah, tugas dan kesetiaan merupakan bagian penting dari filosofi mereka. Jalan hidup tersebut menjadikan para samurai menduduki hierarki sosial tertinggi di Jepang selama ratusan tahun hingga abad ke-19.

Seniman dan pengrajin pada masa itu mencurahkan ide mereka dalam proses perancangan dan pembuatan katana. Mereka harus merancang sebuah senjata yang tidak terlalu berat untuk digunakan, dan tidak boleh terlalu kaku hingga mudah patah. Mereka menemukan bahwa katana dengan ujung tajam tidak akan kuat beradu dengan perisai, dan bahwa pedang samurai yang terbuat dari baja lunak memiliki fleksibilitas lebih tinggi dan lebih ringan.

Katana merupakan karya seni yang tak ternilai, identitas kasta samurai. Dibuat dengan pemanasan dan dan tempaan oleh pengrajin yang terampil pada masanya, katana membawa kehormatan dan semangat prajurit bagi mereka yang menggunakannya. Atas alasan inilah banyak orang yang tertarik untuk memiliki katana; sebagai pengingat terhadap masa dan nilai-nilai tersebut. Katana menghiasi rumah-rumah modern pada hari ini, sebagai sebuah simbol berharga bagi mereka yang menyadari arti keindahan sejati: kebajikan dan kehormatan.

(source: http://articles.smashits.com/articles/other/140949/the-philosophy-of-samurai-swords.html)

Artikel Terkait :

> Sejarah

> Pembuatan Katana

> Bagian -Bagian Katana

> Koleksi BANSAI

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Kembali ke atas